Kami hanya ingin membagi sedikit kisah dan cerita,,,
Mungkin bagi sebagian masyarakat awam, aksi kemanusiaan kami yang mengawal atau memandu laju ambulance dijalan, dianggap sebagai orang yang kurang kerjaan. Kami akui anggapan dan penilaian itu masih saja kerap kami dengar baik secara langsung saat dijalan, maupun saat anggota kami berinteraksi dengan kawan, sahabat, maupun keluarga masing-masing.
Yang jelas.. banyak cerita ketika kami melakukan pengawalan atau memandu laju ambulance dijalan. Beberapa anggota pernah mengalami kendala, cacian, hingga terpaksa menerjang hujan serta merasa kelelahan.
Tapi itu hobi kami.. hobi kami memang aneh, karena menjadi pengawal ambulance. Hobi yang sampai saat ini dinilai sebelah mata oleh teman, sahabat, bahkan keluarga.
Tapi kami senang.. kami bangga, jika selama kami mengawal, ambulance dapat sampai ditujuan dengan cepat dan aman serta tidak ada kendala berarti.
Kami berharap, dengan adanya relawan-relawan seperti kami, semakin mengedukasi masyarakat akan pentingnya kelancaran laju ambulance, dan mulai memperhatikan saat terdengar sirine.
Kami juga tidak pernah arogan dalam membuka jalan. Kami tidak mengharap bayaran atas jasa kemanusiaan ini. Bagi kami, ucapan terimakasih dari kel pasien atau driver ambulance, sudah cukup membayar rasa lelah kami.
Dalam UU lalu lintas pun sudah jelas tertulis jika ambulance menjadi kendaraan prioritas kedua setelah pemadam kebakaran.
Ini penting, Karna kita tidak pernah tahu, kapan saya, saudara, atau bahkan keluarga kita sendiri ada didalam ambulance, dalam kondisi apapun.
Jadi mulai saat ini, ayoo kita sama-sama memberi jalan terutama untuk ambulance emergency.
Salam_
Tm sosmed R.A.C
Tidak ada komentar:
Posting Komentar